DaFtar MaTerI haNdOut dan JobSheet
Friday, July 29, 2011
Thursday, July 7, 2011
Speaker box
Beberapa tahun yang lalu saat VCD/DVD player masih booming, sambil mengisi waktu luang aku dengan dibantu kakakku sama-sama membuat box speaker Subwoofer. sistem Subwoofer ini memang aku tujukan untuk melengkapi sistem amplifierku yang masih kurang di nada bass (nada rendah). secara komplet, sistem amplifier yang aku rancang terdiri dari 2 speaker woofer untuk bass kiri kanan, 2 speaker tweeter untuk treble kiri kanan dan 1 speaker subwoofer untuk nada bass rendah. hasilnya cukup lumayan, walaupun buatan sendiri. sistem ini sudah aku ujicoba untuk komputer saat main game 3D FPS.
efek suara dalam game seperti: suara tembakan tank, ledakan granat, ledakan bom serasa open dan berdentum.
mantap kalau main game pake sound system seperti ini. kalau ingin beli jadi juga bisa, pilih speaker aktif yang dilengkapi dengan speaker subwoofer.
tapi kalau aku sendiri, lebih puas kalau merakit dan bereksperimen sendiri akan tetapi hasilnya juga ada. selain itu sistem amplifier yang sudah kulengkapi dengan Subwoofer juga sudah aku pakai untuk memperkuat sound keluaran dari MP4, DVD player, PC, dan laptop.
ada beberapa hal yang mempengaruhi hasil akhir suara yang dihasilkan oleh box speaker Subwoofer.
- sistem active crossover (subwoofer filter) atau low pass filter
pada awalnya saya mencoba beberapa rangkaian subwoofer filter atau tapis subwoofer tetapi yang paling pas adalah rangkaian subwoofer filter yang dilengkapi dengan pengatur frekuensi.
pengatur frekuensi digunakan untuk menentukan output nada rendah yang diinginkan dari frekuensi antara 20 Hz sampai 75 Hz.
pemilihan frekuensi untuk Subwoofer umumnya berkisar antara 20 Hz sampai 100 Hz, dan frekuensi bass diatas 100 Hz lebih cocok ditangani oleh speaker Woofer. - jenis kayu untuk box
kayu yang paling bagus menurut aku adalah kayu jati yang keras dan permukaannya sudah dihaluskan. - speaker yang digunakan di box Subwoofer harus khusus jenis speaker Subwoofer dan bukan speaker Woofer.
- output dari rangkaian subwoofer filter harus diumpankan ke power ampilifier yang mempunyai daya yang mencukupi dan tidak melebii spesifikasi daya maksimum speaker. misal jika menggunakan speaker Subwoofer dengan daya maksimum 200 W maka bisa dipakai power amplifier dengan daya 150 W.
box yang aku buat tidak didasarkan pada peritungan teoritis, akan tetapi menggunakan “feeling” ukuran yang aku nilai pantas.
jika kamu menginginkan box yang lebih tertib, silakan pergunakan panduan dan perhitungan ukuran pembuatan box subwoofer yang banyak beredar di internet. aku mengambil desain box dengan jenis box berventilasi karena alasan sederhana dan mudah untuk dibuat. spesifikasi dari box yang aku buat bisa dilihat di gambar.
berikut ini adalah ukuran-ukuran yang ada dalam rancangan box subwoofer saya sendiri:
desain box ini tidak di khususkan untuk penggunaan di mobil, box semacam ini hanya cocok untuk audio sistem yang biasanya dipergunakan untuk Media player, Komputer ataupun game console. sebenarnya box subwoofer mempunyai aneka desain baik itu untuk car audio, speaker active maupun Home theater
Wednesday, July 6, 2011
Tentang TV
Degaussing (Demagnetisasi) CRT
Degaussing dibutuhkan jika ada masalah dengan kemurnian (puritas) warna dalam tampilan. Dalam situasi yang jarang, mungkin juga disebabkan karena gangguan geometris yang disebabkan oleh medan magnet bumi.
CRT dapat termagnetisir:
- Jika TV dipindahkan,
- Jika ada sambaran petir yang cukup dekat,
- Jika magnet permanen dibawa ke dekat pesawat TV (mis, mainan anak anak yg ada magnetnya, magnet dari speaker),
- Jika beberapa bagian dari peralatan eketronik atau listrik tanpa peredam medan magnet ada di sekitar pesawat TV.
Degaussing adalah hal pertama yang mesti dilakukan kapanpun masalah puritas warna terdeteksi.Sebagaimana dicatat di bawah, pertama cbalah rangkaian degauss internal dengan siklus power beberapa kali (on satu menit, lalu off setidaknya 20 menit, begitu berulang-ulang). Jika ini tidak membantu atau tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah, cobalah degaussing secara manual.
Kumparan degauss
Catatan: Beberapa monitor memiliki tombol degauss, dan beberapa moitor atau TV memiliki degaus otomatis pada saat power-on (mungkin perlu mencabut colokan listrik untuk hard reset) tanpa menghiraukan jumlah waktu off. Bagaimanapun, penggunaan berulang ulang proses ini demi sukses yang cepat mungkin akan berakibat panas berlebih pada kumparan degauss atau komponen lainnya. Prosedur 20 menit off/1 menit on dijamin pasti aman. (Beberapa mungkin akan men-degauss pada saat power on sepanjang degauss sebelumnya tidak berhasil dengan prakiraan waktu tertentu).
CRT degausser komersil ada juga sudah tersedia di pasaran. Berisi ratusan gulung kawat magnet dalam kumparan 6 - 12 inci. Tinggal colok ke tembok, aktifkan saklarnya lalu dekatkan beberapa inci ke depan layar. Lalu tarik perlahan pusat kumparan kearah salah satu ujung layar lalu susuri pinggiran layar. kemudian kembali keposisi awal kumparan sejajar dengan pusat layar. Beruktnya, perlahan jauhkan medan magnet ke nol dengan berjalan menjauhi layar. Ketika anda sudah berada lebih jauh dari 2 meter lepaskan saklarnya.
Degausser komersil
Kata kuncinya di sini adalah "perlahan", Melakukanya terlau cepat maka anda akan menghentikan seketika intesitas dari 50/60 Hz variasi medan magnet AC ke dalam komponen fero pada CRT dan mungkin akan memperburuk masalah.
PERHATIAN: Jangan pernah coba coba untuk degaussing dari bagian belakang CRT dekat neck, karena tindakan ini dapat menghilangkan magnet pada magnet puritas dan konvergen yang relatif lemah yang dapat mengakibatkan perbaikan kecil menjadi amburadul dan berkepanjangan!
Shadow Mask dan Kisi Kisi Celah
Semua CRT warna menggunakan shadow mask atau kisi-kisi umumnya 1/2 inci d belakang layar fosfor untuk mengarahkan pancaran elektron sinyal video RGB ke titik titik fosfor yang sesuai. Pancaran elektron untuk fosfor R, G dan B di mulai dari posisi yang agak berbeda (dari senapan elektron masing masing) dan mereka jatuh pada sudut yang berbeda pula,hanya fosfor yang semestinya terbangkitkan ketika puritas disetel dengan baik dan daerah bebas medan magnet yang semestinya terpertahankan di dalam CRT. Perlu dicatat bahwa puritas menentukan sinyal video yang tepat membangkitkan warna yang sesuai sementara penyatuan (konvergen) menentukan penjajaran geometris dari 3 warna. Keduanya (puritas dan konvergen)dipengaruhi oleh medan magnet. Puritas yang buruk mengakibatkan warna yang salah atau coreng moreng. Konvergen yang buruk menghasilkan warna pinggiran di ujung huruf atau grafik.
Shadow mask berisi baja tipis atau In Var (campuran ferrous) dengan susunan lubang lubang yang halus-satu lubang ada tiga titik fosfor(RGB)-diposisikan pada 1/2 inci di belakang permukaan layar fosfor. Dengan kebanyakan CRT, fosfor disusun dalam formasi segitiga yang disebut triads dengan masing masing titik warna pada ujung sudut segitiga. Dalam banyak TV dan beberapa monitor, shadow mask dipasang sebagai slot vertikal di mana fosfor untuk ke tiga warna saling sebelah menyebelah.
Klik gambar untuk lihat ukuran penuh.1. Tiga buah senapan electron (untuk titik titik fosfor merah, hijau, dan biru), 2. Pancaran elektron, 3. Konvergen(pada TV memakai cincin cincin magnet untuk konvergen), 4. Kuk Defleksi, 5. Hubungan Anode, 6. Kisi kisi celah, 7.Shadow mask, 8. Pancaran elektron menembus kisi kisi dan menyinari shadow mask.
Kisi-kisi celah (aperture Grille) secara eksklusif digunakan dalam Sony Trinitrons (dan kini generasinya juga), menggantikan shadow mask dengan sebuah susunan vertikal dari kabel kabel halus yang kencang. Seiring dengan pendekatan karakteristik dari kisi-kisi celah, ini memungkinkan untuk mencapai level terang yang lebih tinggi dan lebih tahan terhadap masalah lain seperti induksi dan perubahan puritas sehubungan dengan panas yang menyebabkan gangguan pada shadow mask.
Bagaimanapun, ada beberapa kelemahan dari desain kisi -kisi celah;
- Bobot-struktur yang menyokong beban berat harus dibuat untuk kabel kabel yang dikencangkan (seperti bingkai piano menahan beban kencangnya senar).
- Harga (yang sesuai dengan beratnya).
- Selalu layar yang berbentuk cembung (tergantung selera juga..)
- Pemegang kabel kabel kencang yang kentara, yang masih tidak dapat diterima untuk aplikasi tertentu.
Rupanya, tidak ada cara yang diketahui yang perlu untuk menjaga kabel kabel halus dari getaran atau perubahan posisi jika terjadi benturan. inilah yang dibutuhkan monitor Trinitron 1, 2 atau 3 pemantap/pemegang kabel (tergantung ukuran tabung) melintang pada layar yang dapat dilihat sebagai garis garis halus pada gambar yang terang.
